masukkan script iklan disini
Karawang I netone.my.id I
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bayukarta Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan publik. Rumah sakit yang seharusnya menjadi garda terdepan penyelamatan nyawa justru diduga lebih mengutamakan administrasi daripada kesehatan dan keselamatan pasien. Peristiwa ini terjadi saat awak media dan keluarga pasien membawa seorang pasien ke Instalasi Gawat Darurat (UGD) RS Bayukarta.
Pasien yang telah terbaring selama tiga hari dalam kondisi tidak dapat melakukan aktivitas apa pun, seharusnya mendapatkan penanganan medis segera. Namun, alih-alih langsung ditangani, pihak RS Bayukarta justru mempersulit proses pelayanan dengan mengarahkan pasien ke klinik terlebih dahulu. Hal ini dinilai tidak manusiawi dan bertentangan dengan fungsi dasar UGD sebagai unit penanganan gawat darurat.
Ketegangan terjadi ketika pihak keluarga dan awak media mempertanyakan prosedur yang diterapkan RS Bayukarta. Dokter jaga UGD menyatakan bahwa pasien "tidak kenapa-kenapa", pernyataan yang sangat bertolak belakang dengan kondisi nyata pasien. Situasi semakin memanas ketika awak media meminta agar pasien ditangani terlebih dahulu, namun respons yang diterima justru tidak mencerminkan sikap profesional seorang tenaga medis.
Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Karawang melayangkan teguran keras kepada manajemen RS Bayukarta Karawang atas kejadian ini. "Sikap dan tindakan dokter jaga UGD tersebut merupakan bentuk kelalaian serius, tidak beretika, dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan," tegas Ketua AKPERSI Kabupaten Karawang.
AKPERSI meminta Direktur Utama RS Bayukarta Karawang untuk memberikan tindakan tegas dan sanksi nyata kepada dokter jaga UGD yang bersangkutan, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan UGD. "Pelayanan kesehatan harus berpihak pada keselamatan dan nyawa pasien, bukan sekadar urusan administrasi," tambah AKPERSI. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Bayukarta Karawang belum memberikan pernyataan resmi.
Redaksi
Sumber AKPERSI krw